Posted on 10 Agustus 2009 by richocean
Bintang Laut Raksasa
Bintang Laut Tombol / Knobbly (Protoreaster nodosus, Family Oreasteridae) berwarna menarik, langka karena kehilangan habitat. Seperti halnya timun laut maka akan sangat stres jika dikeluarkan dari air terlalu lama. Memakai air untuk mendorong badannya. Kadang-kadang ditemukan di perairan Jawa. Yang dewasa biasanya di area reruntuhan karang. Yang muda umumnya di antara rumput laut.
Dewasa berdiameter termasuk lengan hingga 30cm, yang muda 8-15cm. Berbadan keras, berat, dan berkapur. Meskipun lengan tampak kaku tetapi dapat dibengkokan dengan mudah. Diidentifikasi dengan sederet tombol di sisi atas lengan. Bentuk, warna, dan jumlah tombol dapat bervariasi. Lekukan dan tabung-tabung yang berwarna merah atau ungu muda ada di bawah lengan. Biasanya berwarna merah, oranye atau coklat, kadang-kadang putih, merah jambu, biru atau hijau. Tidak berbisa. Dikenal juga sebagai bintang laut Giant Nodulated / Horned / Chocolate Chip. Makanannya adalah mikroorganisma dan sisa-sisa makhluk mati atau bunga karang, remis, keong, karang lunak, invertebrata lainnya. Untuk hiasan akuarium dengan harga murah dan tidak berumur panjang tanpa penanganan yang benar. Dahulu banyak ditemukan juga di Malaysia dan Singapura. Ditemukan juga di kepulauan San Juan, Washington dan perairan Moss Beach, San Mateo, California.
Yoichi Kogure dari Institut Riset Perikanan Laut Nasional Jepang di Niigata kemungkinan mendapatkan bintang laut raksasa terbesar dalam taksonomi di Jepang yang hampir punah. Nama latinnya adalah Mariaster giganteus, Seitaru Goto tahun 1914, yang sangat jarang ditemukan sejak tahun tersebut. M. giganteus hidup di perairan relatif dalam di atas landas kontinen selatan Jepang. Yoichi mengusulkan spesies bernama Jepang Daiou gokaku hitode – Raja (Daiou) Pentagonal (Gokaku) Bintang Laut (hitode).
Giant Pink Seastar (Pisaster brevispinus), ditemukan di Ganges Harbour, Salt Spring Island, British Columbia pada 4 Juni 2008. Diameternya dapat mencapai lebih dari 61cm dan memiliki tekstur yang halus dan lunak. Umumnya memiliki 5 lengan namun ada yang mencapai lebih dari 26 lengan. P. brevispinus bisanya ditemukan di lapisan pasir atau lumpur dan tanaman-tanaman di mana tempat untuk mencari makan, remis, ikan mati, dan cumi. Karena tidak tahan hidup di luar air maka biasanya hanya ditemukan di pantai saat laut surut. Hidup di kedalaman 600 ft. Tidak tahan suhu air yang panas dan rendah oksigen. Ciri khasnya adalah berlengan lima. Berwarna dari coklat hingga merah oranye. Umumnya hidup di pantai dan dasar laut berkarang sepanjang garis pantai Amerika utara hingga selatan Kalifornia – British Columbia. Makanannya adalah alga, remis, tiram, keong, ikan, anemon, moluska, dan bintang laut lainnya. Lebih aktif di siang hari. Reproduksi setahun sekali di musim semi, larvanya hidup menempel di tanaman-tanaman sebagai hasil pertemuan telur dan sperma di air. Betina dapat menghasilkan 2.5 juta telur. Repirasi oksigen menggunakan tabung-tabung di bawah lengan. Dapat mencapai usia 35 tahun. Di setiap lengan ada organ kecil untuk mendeteksi intensitas cahaya. Saat mencari makan menggunakan sensor kimia, gabungan rasa dan bau. Dapat menumbuhkan kembali lengan yang putus namun lambat hingga mencapai 1 tahun di mana dapat menghasilkan lebih dari 1 lengan sehingga jumlahnya tidak lagi 5 lengan. Ada yang dapat bertahan hingga 8 – 50 jam di luar air

Bintang Laut Raksasa
Bintang Laut Tombol / Knobbly (Protoreaster nodosus, Family Oreasteridae) berwarna menarik, langka karena kehilangan habitat. Seperti halnya timun laut maka akan sangat stres jika dikeluarkan dari air terlalu lama. Memakai air untuk mendorong badannya. Kadang-kadang ditemukan di perairan Jawa. Yang dewasa biasanya di area reruntuhan karang. Yang muda umumnya di antara rumput laut.
Dewasa berdiameter termasuk lengan hingga 30cm, yang muda 8-15cm. Berbadan keras, berat, dan berkapur. Meskipun lengan tampak kaku tetapi dapat dibengkokan dengan mudah. Diidentifikasi dengan sederet tombol di sisi atas lengan. Bentuk, warna, dan jumlah tombol dapat bervariasi. Lekukan dan tabung-tabung yang berwarna merah atau ungu muda ada di bawah lengan. Biasanya berwarna merah, oranye atau coklat, kadang-kadang putih, merah jambu, biru atau hijau. Tidak berbisa. Dikenal juga sebagai bintang laut Giant Nodulated / Horned / Chocolate Chip. Makanannya adalah mikroorganisma dan sisa-sisa makhluk mati atau bunga karang, remis, keong, karang lunak, invertebrata lainnya. Untuk hiasan akuarium dengan harga murah dan tidak berumur panjang tanpa penanganan yang benar. Dahulu banyak ditemukan juga di Malaysia dan Singapura. Ditemukan juga di kepulauan San Juan, Washington dan perairan Moss Beach, San Mateo, California.
Yoichi Kogure dari Institut Riset Perikanan Laut Nasional Jepang di Niigata kemungkinan mendapatkan bintang laut raksasa terbesar dalam taksonomi di Jepang yang hampir punah. Nama latinnya adalah Mariaster giganteus, Seitaru Goto tahun 1914, yang sangat jarang ditemukan sejak tahun tersebut. M. giganteus hidup di perairan relatif dalam di atas landas kontinen selatan Jepang. Yoichi mengusulkan spesies bernama Jepang Daiou gokaku hitode – Raja (Daiou) Pentagonal (Gokaku) Bintang Laut (hitode).
Giant Pink Seastar (Pisaster brevispinus), ditemukan di Ganges Harbour, Salt Spring Island, British Columbia pada 4 Juni 2008. Diameternya dapat mencapai lebih dari 61cm dan memiliki tekstur yang halus dan lunak. Umumnya memiliki 5 lengan namun ada yang mencapai lebih dari 26 lengan. P. brevispinus bisanya ditemukan di lapisan pasir atau lumpur dan tanaman-tanaman di mana tempat untuk mencari makan, remis, ikan mati, dan cumi. Karena tidak tahan hidup di luar air maka biasanya hanya ditemukan di pantai saat laut surut. Hidup di kedalaman 600 ft. Tidak tahan suhu air yang panas dan rendah oksigen. Ciri khasnya adalah berlengan lima. Berwarna dari coklat hingga merah oranye. Umumnya hidup di pantai dan dasar laut berkarang sepanjang garis pantai Amerika utara hingga selatan Kalifornia – British Columbia. Makanannya adalah alga, remis, tiram, keong, ikan, anemon, moluska, dan bintang laut lainnya. Lebih aktif di siang hari. Reproduksi setahun sekali di musim semi, larvanya hidup menempel di tanaman-tanaman sebagai hasil pertemuan telur dan sperma di air. Betina dapat menghasilkan 2.5 juta telur. Repirasi oksigen menggunakan tabung-tabung di bawah lengan. Dapat mencapai usia 35 tahun. Di setiap lengan ada organ kecil untuk mendeteksi intensitas cahaya. Saat mencari makan menggunakan sensor kimia, gabungan rasa dan bau. Dapat menumbuhkan kembali lengan yang putus namun lambat hingga mencapai 1 tahun di mana dapat menghasilkan lebih dari 1 lengan sehingga jumlahnya tidak lagi 5 lengan. Ada yang dapat bertahan hingga 8 – 50 jam di luar air
Komentar
Posting Komentar